Dampak Asing

Sampingan Posted on

Kepemilikan Properti Oleh Asing Berdampak Negatif

Selasa, 19 Mei 2015 |

Housing-Estate.com, Jakarta – Keinginan kalangan pengembang agar asing diperbolehkan memiliki properti di Indonesia mulai mendapat respon positif dari pemerintah. Desakan yang sudah cukup lama disampaikan pengembang dimaksudkan untuk menggairahkan bisnis properti nasional. Sinyal positif terhadap hal ini dikemukakan Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro belum lama ini. Ia menyatakan kepemilikan property oleh orang asing tinggal menunggu aturan hukumnya. Beleid ini kalau diberlakukan akan diikuti persyaratan ketat, yaitu properti yang dibeli harus berjenis apartemen mewah dan dikenakan pajak barang mewah (PPnBM).

Properti Asing

Kendati bebijakan ini dinilai dapat menggairahkan sektor properti sejumlah kalangan khawatir hal ini akan berdampak negatif. Karena itu pemerintah diminta membuat aturan ketat untuk melindungi industri properti dalam negeri dan menjamin rakyat kebanyakan tetap bisa mengakses hunian layak.

“Selain itu potensi bubble property dari dibukanya kepemilikan untuk asing ini sangat besar karena akan membuat kenaikan harga properti sangat tinggi yang sifatnya semu. Semua negara yang membolehkan asing membeli seperti Cina, Singapura, Malaysia, propertinya bubble dan pasar apartemennya terkoreksi hingga 20 persen,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, di Jakarta, Selasa (19/5).

Ali menilai pemerintah sampai sekarang belum bisa menentukan patokan harga secara tepat untuk properti kategori mewah. Ali memprediksi bila patokan properti mewah di atas Rp5 miliar dapat dipastikan asing akan memborong. Kendati demikian penerimaan pajak dari transaksi tersebut tidak akan sesuai dengan yang ditargetkan. Dampak yang sudah di depan mata adalah kenaikan harga signifikan karena standar harganya regional bahkan global.

“Sebaiknya yang boleh dimiliki oleh asing harganya di atas Rp10 miliar agar harga tanah tidak naik gila-gilaan. Selain itu pemerintah juga harus mengamandemen undang-undang pokok agraria yang menyatakan asing hanya boleh memiliki properti di atas tanah hak pakai lahan (HPL) atau hak guna usaha (HGU).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s