Hanya Seremoni

Sampingan Posted on Updated on

Rusunami Perumnas Belum Dipasarkan, Pencanangan Sejuta Rumah Hanya Seremoni

Jumat, 15 Mei 2015 |

Housing-Estate.com, Jakarta – Kekhawatiran sejumlah pihak soal kesiapan pembangunan sejuta rumah mulai menjadi kenyataan. Kendati pembangunannya sudah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kondisi di lapangan belum siap sepenuhnya. Contohnya rumah susun milik (Rusunami) yang dikembangkan Perum Perumnas di Cengkareng, Jawa Barat. Proyek yang ikut diresmikan Jokowi itu ternyata belum dipasarkan.

Salah satu rusunami yang dibangun Perumnas

Menurut staf pemasarannya, acara groundbreaking pada 29 April 2015 sifatnya hanya seremoni. Hal ini diakui Manager Department Promosi Divisi Pemasaran & Penjualan Perumnas Yohana Verawaty. Menurutnya, penjualan unit rusunami di Cengkareng saat ini masih dalam tahap pendataan konsumen. Menurut Yohana, Perumnas ingin memastikan rusunami yang dibangun dan mendapat subsidi pemerintah tepat sasaran. Karena itu persyaratan yang harus dipenuhi konsumen cukup banyak.

“Kita masih menunggu SOP (standard operation procedure) dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) maupun instansi lainnya. Yang pasti di Cengkareng akan dibangun sebanyak 5.000-an unit, tahap pertama sebanyak 1.500 unit,” ujarnya kepada housing-estate.com di Kantor Pusat Perumnas Jakarta, Jumat (15/5).

Perumnas juga tidak punya lahan di sekitar sekitar Jakarta yang dapat dibangun rumah tapak bersubsidi. Proyek Perumnas di Parung Panjang dan Jonggol, Bogor, tidak  memasarkan lagi rumah yang masuk program sejuta rumah.Karena itu di Jabodetabek Perumnas akan focus untuk menyuplai rusunami.

“Cengkareng merupakan lokasi pertama untuk program sejuta rumah, selanjutnya Perumnas akan mengembangkan di Bekasi, Karawang, Sumatera Selatan, dan lokasi-lokasi lain,” katanya.

Rusunami Cengkareng terdiri dari tiga tipe, yaitu studio (21 m2), 1 kamar (32 m2), dan 3 kamar (43 m2). Harganya masing-masing Rp193 juta, Rp289 juta, dan Rp386 juta. Konsumen dikenakan PPN 10 persen, karena menurut Yohana, patokan harga dari Kementerian Keuangan untuk pembebasan PPN maksimal Rp144 juta.

“Terus terang kita jadi susah jualan karena harus menunggu aturan pemerintah. Instruksinya kita disuruh groundbreaking, ya kita lakukan. Banyak masyarakat mau membeli, tapi sementara kita data terlebih dahulu menunggu instruksi dari pemerintah,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s