KPR

Sampingan Posted on

Kebijakan Penyaluran KPR Akan Dilonggarkan

Senin, 18 Mei 2015 |

Housing-Estate.com, Jakarta – Keinginan pengembang agar otoritas keuangan melonggarkan kebijakan pemberian KPR mendapat tanggapan positif  Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dua tahun terakhir pemerintah memberlakukan kebijakan loan to value (LTV), yaitu rasio kredit dengan uang muka. Untuk rumah 70 m2 ke atas uang mukanya 30 persen, sedangkan rumah kedua yang dibeli dengan KPR depe-nya 40 persen.  Pemberlakukan LTV itu dinilai pengembang melemahkan industri properti.

Ilustrasi

Menurut Wakil Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Djoko Slamet Utomo, otoritas keuangan melihat terjadinya penurunan penyaluran sektor KPR. Karena itu ada pemikiran untuk  melonggarkan. “Selama dua tahun ini atau sejak LTV diberlakukan penurunannya sudah sangat terasa. Dulu diberlakukan LTV ini karena kenaikannya terlalu tinggi dan cepat, sekarang sudah mulai menurun makanya mau dilonggarkan,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Senin (18/5).

Djoko mengaku belum mengetahui berapa kelonggaran yang akan diberlakukan terkait aturan LTV ini. Hanya saja menurut data Bank Indonesia (BI), sejak LTV diberlakukan pertumbuhan sektor KPR sejak tahun 2014 hingga kuartal pertama 2015 rata-rata hanya tumbuh 0,14 persen. Jadi, pemerintah berhasil menurunkan penyaluran KPR yang sebelumnya pertumbuhannya dinilai terlalu tinggi dan dikhawatirkan akan memicu bubble di sektor properti.

Pelonggaran LTV, lanjut Djoko, juga tidak akan berdampak langsung terhadap kenaikan KPR. Tapi paling tidak, dengan pelonggaran ini ia optimistis industri KPR akan kembali mengalami tren kenaikan. Apa lagi bila dibandingkan dengan total Produk Domestik Bruto (PDB), porsi KPR baru mencapai 3,3 persen.

“Secara nasional, porsi KPR kita dibandingkan total kredit juga masih di bawah 10 persen, jadi untuk bertumbuh lebih besar masih sangat dimungkinkan. Kalau saya tetap memberikan apresiasi, beberapa kalangan pengembang yang menginnginkan LTV dihapus karena melihatnya kondisional dan tidak secara sustain. Pemerintah melihatnya dari sisi kredit yang tersalurkan, jadi saya optimistis ke depan industri properti akan mulai naik lagi,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s